Selain Tol Trans Jawa, Mudik Lebaran Bisa Lewat Pantura & Pansela

Please Share this :

Jalur mudik Lebaran 2018, di Pulau Jawa ada 3 rute Jalan Nasional yang bisa menjadi pilihan pemudik selain Jalan Tol. Pertama adalah Pantura sepanjang 1.341 km, Lintas Tengah 1.197 km, dan Lintas Selatan 1.405 km.
Mudik Lebaran 2018 ini, pemudik yang menggunakan kendaraan pribadi bisa mencoba Tol Trans Jawa yang tersambung mulai dari Jakarta-Surabaya hingga Pasuruan. Selain jalur tersebut, pemudik juga bisa menggunakan jalur Pantai Utara (Pantura) dan Pantai Selatan (Pansela).

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menyatakan, secara umum kesiapan jalur mudik tahun 2018 lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya. Kondisi jalan nasional pada tahun 2018, dikatakannya, sudah lebih layak dilewati.

“Untuk di Pulau Jawa kita punya 3 rute jalur mudik Jalan Nasional yang bisa menjadi pilihan pemudik selain Jalan Tol. Pertama adalah Pantura sepanjang 1.341 km, Lintas Tengah 1.197 km, dan Lintas Selatan 1.405 km,” kata Menteri Basuki dalam Raker dengan Komisi V DPR RI kemarin, seperti rilis yang diterima Tirto, Selasa (5/6/2018).

Khusus untuk jalur Pansela, Menteri Basuki kembali mempromosikan pemudik untuk melewati jalur yang dipenuhi obyek wisata tersebut.

“Jalur Pansela untuk mudik Lebaran 2018 sudah tersambung dari Banten sampai Pacitan. Sedangkan dari Pacitan ke Banyuwangi baru akan kita kerjakan tahun ini dengan memperlebar jalan,” kata Menteri Basuki.

Selanjutnya Menteri Basuki mengatakan perbaikan Jembatan Cincin Lama atau juga dikenal sebagai Jembatan Widang saat ini sudah selesai dan sudah bisa dilintasi kendaraan. Jembatan yang melintasi Sungai Bengawan Solo tersebut runtuh pada 17 April 2018 lalu akibat kendaraan yang melintas dengan muatan berlebih.

“Perbaikan Jembatan Cincin Lama sudah selesai 100 persen, sudah diuji coba dan siap dilalui tanggal 5 Juni (H-10) sesuai rencana,” katanya.

Perbaikan jembatan dilakukan dengan memasang jembatan rangka baja tipe Garuda Paksi A-50 dengan bentang 50 meter yang didatangkan dari Gudang Peralatan Kementerian PUPR di Cibinong. Anggaran perbaikan sekitar Rp 11 miliar dan dikerjakan oleh kontraktor PT Brantas Abipraya. Besar tonase yang diijinkan melintas sebesar 45 ton.

Untuk Jalan Tol dapat dilalui dari Merak ke Pasuruan sepanjang 995 km, dimana 760 km telah operasional dan sisanya 235 km telah fungsional. Dari jalur tersebut, masih ada beberapa titik kritis karena adanya pekerjaan konstruksi yang belum selesai dan telah disiapkan Plan B, seperti di Jembatan Kali Kenteng (500 m) di Ruas Salatiga – Kartasura dan Jembatan Kali Kuto (100 m) di Ruas Batang-Semarang.

“Untuk Jembatan Kali Kuto hari ini atau besok (5/6/2018) akan tersambung pelengkungnya untuk kemudian dipasang alas jembatan. Progresnya 82 %, pada H-2 ditargetkan sudah dapat dilalui. Sehingga sebelum itu kendaraan akan diarahkan Korlantas keluar melalui jalan Pantura Jawa sejauh 500 meter dan masuk kembali ke ruas tol,” kata Menteri Basuki.

Sedangkan untuk Jembatan Kali Kenteng saat ini progres-nya 62%. Kementerian PUPR dan pengelola jalan tol telah mempersiapkan jalan alternatif melintasi bagian bawah jembatan.

Menteri Basuki menyatakan, secara umum pekerjaan konstruksi akan dihentikan sementara sejak H-10 Lebaran. Kementerian PUPR dan Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) juga menyiapkan fasilitas dukungan lainnya di ruas tol berupa 26 mobil toilet unit, 30 mobil tinja, 4 toilet kabin dan 47 mobile reader serta fasilitas top up kartu tol di sejumlah rest area. (tirto.id – Ekonomi)

Reporter: Maya Saputri
Penulis: Maya Saputri
Editor: Maya Saputri


Please Share this :