Tim Brawn GP Bakal Diprotes karena Ilegal

Pemeriksaan teknis mobil balap F1 baru dimulai besok. Namun, suasana panas sudah terasa di seputar paddock di sirkuit Albert Park, Melbourne, Australia. Tim Red Bull Racing mengatakan, pihaknya akan memprotes kubu Brawn GP soal diffuser jika besok diloloskan dari pemeriksaan teknis kendaraan, Kamis (26/3).

Pasalnya, rancangan diffuser telah melanggar regulasi. Menurut tim Red Bull, sirip bagian tengah lebih tinggi dibandingkan kedua sisinya. Model seperti ini pernah ditampilkan tim Toyota dan Williams kala mengikuti program winter testing, beberapa waktu lalu.

Uniknya, perdebatan menjadi ramai ketika tim Brawn yang melanggarnya. Helmut Marko, selaku advisor Red Bull, memastikan timnya akan membidik diffuser milik mobil Brawn jika tidak ada perubahan saat scrutineer. “Itu sudah ilegal dan kami akan memprotes jika bagian tersebut tidak diubah,” ujar Helmut kepada Gazzetta dello Sport. Sebanyak ujuh tim menyinggung diffuser itu ilegal.

Dari kubu Brawn sendiri tidak banyak komentar, Selasa malam di Melbourne. Sementara itu, pebalap Rubens Barrrichello kepada Gazzetta dello Sport mengaku tidak terusik soal diffuser yang kontroversi itu. “Jadi, soal itu dan juga mengenai posisi saya yang katanya bakal diganti oleh Bruno Senna, tinggal mengganggu saya,” ungkap Rubens.

Keliru Kian Tinggi Kilometer, Servis Kian Mahal

Kebanyakan pemilik Kijang Innova baru, di awal-awal semangat sekali membawa ke bengkel resmi untuk di servis. Maklum, masih anyar, enak dan nyaman. Apalagi jarak tempuh masih di bawah 1.000 km, sehingga dibela-belain untuk melakukan servis gratis pertama. Namun setelah itu, ada kecenderungan enggan memasukkan kendaraannya ke authorized workshop.

Alasannya, selain penuh, biaya perbaikannya cukup mahal. Terlebih kilometer mobil sudah semakin jauh – katakanlah lebih 30.000 km – dan mulai mengeluarkan bunyi-bunyian. “Selama masih masa garansi, kerusakan pada komponen akibat cacat produksi bisa diganti,” ungkap Iwan Abdurahman, Section Head Technical Service Division-Training Department PT Toyota Astra Motor.

Jangan lewati batas toleransi
Khusus untuk pembeli Kijang Innova mulai 2009, menurut Iwan dibebaskan dari biaya jasa sampai 50.000 km, sedang produksi 2007-2008 hanya sampai 30.000 km. Mengenai Warranty berlaku 36 bulan atau 100.000 km. “Tinggal mana yang lebih dulu dicapai,” sebut Iwan.

Dalam memberlakukan servis berkala, Toyota sedikit unik dibandingkan ATPM lainnya. Di sini, Innova dan keluarga varian Toyota lainnya diwajibkan melakukan servis berkala setiap kelipatan 10.000 km. “Ini dikarenakan kualitas oli yang direkomendasi Toyota sanggup menempuh jarak segitu,” papar Iwan.

Makanya, ia mewanti-wanti jangan melewati batas toleransi servis. Risikonya, umur pakai komponen jadi lebih pendek. Warranty bisa hilang akibat keteledoran pemilik yang ketika masuk servis kilometernya sudah melewati batas toleransi sampai ratusan kilometer bahkan di atas 1.000 km. Apalagi total kilometer sudah di atas 30.000 km, pasti punya anggapan biaya perawatan mahal.

Menurut Iwan, keliru kalau makin tinggi jarak tempuh makin mahal biaya perawatannya. “Biaya servis terbesar itu justru pada 40.000 km dan 80.000 km karena item yang diperiksa sejambreng (tepatnya sekitar 37 bagian) dan ada beberapa yang diganti,” bilangnya.

Ketika balik servis lagi di Km 50.000, pengerjaannya sama seperti dengan 10.000 km atau 30.000, 70.000 dan 90.000 yang diperiksa belasan bagian. Item yang dicek sebanyak sekitar 17 item (Bisa dilihat pada buku warranty dan servis berkala). Biaya servis bisa besar jika ada komponen yang harus diganti lebih cepat dari waktunya.

Penggantian itu dipicu kondisi jalan yang kurang baik, seperti berdebu, kasar atau berlumpur sehingga perlu dilakukan pemeriksaan lebih teliti. “Saringan oli, misalnya yang seharusnya 10.000 km, tapi baru 5.000 km sudah kita kasih tahu kondisi harus diganti,” papar Iwan.

Aman dan cepat
Dalam menyervis Innova, ada pemilik yang lari dari bengkel resmi karena mahal. “Ya, sudah pasti. Bengkel resmi jadi mahal kalau mobil ada yang rusak. Jika normal, tidak ada yang mahal,” tegas Usman Adie, Service Operation Manager PT Tunas Toyota, salah satu dealer dan authorized workshop Toyota.

Perihal mengenai bengkel resmi suka main ganti komponen, Usman coba meluruskannya. Sebagai authorized workshop, dalam menyervis kendaraan harus cepat, efisien dan aman. Karenanya, pengerjaan dilakukan sesuai dengan urutan.

Ia mengambil contoh rem. Ketika datang servis dan diperiksa kondisi kanvas sangat tidak mungkin untuk jalan 10.000 km berikutnya. “Bisa dipaksakan, nanti malah kena teromol dan makin besar biayanya. Makanya kita tawarkan untuk ganti dengan komponen asli,” ujar Usman.

Perumpamaan lain, kopling. Ketika ada penggantian pelat kopling, menurut Usman, sekalian diperiksa rumah matahari. Kalau memang daya tahannya tidak bisa untuk menempuh jarak 10.000 km berikut (untuk jadwal servis berikutnya), sekalian diusulkan untuk diganti.

Diakui oleh Usman, jika Kijang Innova ada yang mengalami kondisi seperti itu, ketika dibawa ke bengkel umum, pasti yang diganti hanya pelat kopling. “Tapi, enggak berapa lama harus balik lagi karena giliran rumah mataharinya yang kena.” Di sini Toyota, lanjutnya tak ingin konsumennya dibikin repot.

Dengan begitu, ketika ke luar bengkel, pemilik kendaraan merasa aman dan nyaman di jalan.

Nissan Indonesia Ganti Bos

Seperti prinsipalnya, perusahaan otomotif Jepang yang beroperasi di Indonesia juga melakukan pergantian pimpinan menjelang tutup tahun fiskal pada akhir Maret ini. Terakhir adalah PT Nissan Motor Indonesia (NMI) yang selama ini dipimpin oleh Norio Ota. Setelah menjalankan masa tugasnya selama 4 tahun di Indonesia, dari 1 April 2005, kini ia harus kembali ke negara asalnya untuk menangani Nissan India.

Selanjutnya, Norio Ota, kelahiran 6 Juni 1958 dan tampil dengan wajah bercambang dan berjenggot, digantikan oleh Tayakuki “Livina” Kimura yang lebih muda (lahir 28 Januari 1965). Sang pengganti sendiri baru masuk ke Nissan tahun lalu. Meski begitu, sebelumnya, Kimura sudah merintis kariernya di perusahaan otomotif terbesar Jepang, Toyota, pada 1987 dan mengundurkan diri pada Februari 2007. Karena itu, ia cukup banyak tahu tentang proyek Yaris dan Lexus di Amerika Serikat.

Di Toyota, lulusan Universitas Carolina Utara, Amerika Serikat, ini dipercaya memegang tanggung jawab sebagai Lexus Domestic Sales & Marketing Dept di Aichi, Jepang.

Acara perpisahan bos lama Nissan dan perkenalkan bos baru kepada wartawan dilakukan pada 25 Maret kemarin di kantor pusat NMI, Jalan MT Haryono, Jakarta.

Norio Ota, selama di Indonesia dengan jabatan Presiden Direktur NMI, berhasil menelorkan Nissan Grand Livina dan Livina menjadi salah satu MPV yang sukses di Indonesia. Hasilnya, penjualan Nissan juga terus meningkat dan menjadi ATPM Jepang dengan penjualan nomor 6 terbanyak di Indonesia pada tahun ini.

Kimura-san yang mulai aktif menjadi Presiden Direktur PT NMI 1 April 2009 mengatakan akan berusaha meningkatkan mutu pelayanan Nissan Indonesia. Menurutnya, Indonesia merupakan salah pasar terpenting Nissan di ASEAN. Di Thailand, Malaysia, Filipina, dan Vietnam, perkembangan Nissan belum seperti di Indonesia.

Rahasia Keunggulan Innova dari Kijang Kapsul

Sama-sama berkapasitas 2,0 liter, 4 silinder, dan segaris. Diameter dan langkah juga sama, yaitu 86 x 86 mm. Itulah kesamaan mesin bensin Innova, 1TR-FE dengan mesin Kijang RZ-E terakhir atau Kapsul.

Kendati fisik sama, kemampuan berbeda. Mesin 1TR-FE mampu menyemburkan tenaga 100 kW atau 136 PS @ 5.6000 rpm, sedangkan RZ-E 71kW @ 4.800 rpm. Begitu juga dengan torsi, masing-masing 182 @ 4.000 rpm dan 152/2.800 rpm.

DIS. Kok begitu? Teknologi yang menjadi penggerak utamanya berbeda. Untuk meningkatkan kinerja dan keandalan, mesin Innova menggunakan teknologi DIS (distributorless ignition system) dan busi cerutu.

Pada sistem ini tidak ada lagi distributor. Satu busi menggunakan satu koil. Setiap koil langsung dilengkapi dengan igniter. Hasilnya, pengapian jadi lebih andal dan bisa menghasilkan pembakaran yang makin baik dan akurat.

Untuk memasok bensin, Toyota menggunakan nosel panjang 4 lubang. Tambahan lain adalah knock sensor yang membuat mesin bisa menyesuaikan diri dengan kualitas bahan bakar yang digunakannya.

Misalnya, karena perbandingan kompresi tinggi, 9,8 : 1, mesin ini akan lebih mantap bekerja dengan bensin beroktan lebih tinggi, misalnya 92 atau 95. Namun, bila kondisi darurat, bisa saja menggunakan bensin premium beroktan 88. Knocking sensor mengatur waktu pengapian sesuai dengan bensin yang digunakan sehingga gejala menembak atau knocking bisa dicegah.

Agar makin efisien, komponen yang bekerja secara mekanis diganti dengan sistem kelistrikan. Misalnya, untuk mengatur gas atau putaran mesin. Tidak lagi digunakan kabel besar yang menghubungkan pedal gas throttle body.

Sekarang digunakan kabel dan pedal gas berfungsi seperti potensio geser pada alat-alat elekronik, misalnya untuk mengatur volume radio atau amplifier. Sensor posisi throttle body menggunakan kontak langsung, sedangkan VVT-i bertujuan untuk membuat mesin bekerja lebih luwes.

Model
1TR-FE
1RZ-E (KIJANG)
Tipe
4 silinder, segaris
Mekanisme Katup
16 katup, DOHC, VVT-i,
Penggerak rantai
8 katup, SOHC,
Penggerak rantai
Kapasitas cm3
1998
Diameter x Langkah mm
86,0 x 86,0
Perbandingan kompresi
9,8 : 1
9,0 : 1
Tenaga maksi
SAE-
net [kW/rpm]
100/5.600
71/4.800
Torsi maksi
SAE-net [N·m /rpm]
182/4.000
152/2.800
Valve
Timing
Intake
Buka
0°~ 45° BTDC
13° BTDC
Tutup
64°~ 19° ABDC
47° ABDC
Exhaust
Buka
44° BBDC
53° BBDC
Tutup
8° ATDC
7° ATDC
Oktan bensin
91 atau lebih
Viskositas dan Grade Oli
5W-30/API SL,
SJ, EC or ILSAC

Dari tabel perbedaan di atas bisa disimpulkan dengan teknologi barunya, sejauh apa Innova dalam menghasilkan tenaga dan torsi. Di samping itu, dengan kemampuan buka dan tutup katup isap yang bervariasi, mesin Innova bisa bekerja lebih luwes.

Untuk bisa memanfaatkan kelebihan tersebut, juga perlu diketahui cara mengontrol dengan tepat.

Nih, Modifikasi Motor Pentolan Grup Band The Titans

Beberapa anggota grup band papan atas ada yang doyan modifikasi. Di antaranya, dua pentolan The Titans, Andika (keyboard) dan Indra (bass). Mereka sangat paham akan perkembangan modif sepeda motor. Bisa dibayangkan, dengan kocek yang banyak dari hasil rekaman dan manggung, seperti apa motor yang mereka inginkan?

Indra yang bernama lengkap Hendra Suhendra punya Honda Vario produksi 2007, sedangkan rekannya Suzuki Skywave 2008. keduanya kepincut dengan aliran modif low rider dan big matic. Dan Indralah yang jadi sumber virus sampai Andika ikutan. “Kalau motor enggak dimodif, pasti jarang dilirik,” alasan Indra.

Namun, Indra tak ingin modifikasinya sampai yang ekstrem banget. Persyaratan utama low rider, seperti sumbu roda mundur, mutlak. Tapi ia minta hanya 15 cm saja. Lalu, konsepnya bolt on dan masih nyaman dikendarai. Sebab, kalau pergi ke studio atau sekadar nongkrong di lokasi yang masih aman, kata Indra, pasti dibawa.

Untuk mengubah tampilan motor mereka, Indra menyerahkan skubeknya ke tangan Yayak dari 909 Matic di Jl Cihampelas, Bandung, Jawa barat. “Konsepnya manis saja, seperti umumnya lagu mereka. Di sini Yayak hanya menambahkan ducktail yang dibuat dari fiber dan visor minimalis yang bertuliskan nama grup band mereka.

Sementara itu, Andika Naliputra Wiraharja, begitu nama lengkap Andika, sedikit lebih berani mengubah tampilan Skywave-nya. Bisa dilihat pada lengan ayun dan shock belakang yang model ganda, yang diubah menjadi tunggal dan posisinya digeser ke tengah.

Bila Indra mengukir nama grup bandnya di visor, Andika beda. Ia menempelkannya di knalpot. Sekalipun garapan modifikasinya beda, ada yang sama dari kedua motor itu. Andika dan Indra sama-sama mengusung setang Robocop. Selain enak dilihat, “Juga bisa disetel, jadi posisi tangan saat riding bisa diubah juga,” ungkap Indra. (Nurfil)

  • Cewek Paddock

    paddockgirl (7) paddockgirl (2) paddockgirl (1) paddockgirl (3)