Fungsi Aerodinamika dalam Modifikasi Mobil

Mar 28, 2009 by

Jakarta – Sobat punya mobil lawas atau baru, dan sudah gatel untuk memodifikasinya karena tampilannya kurang OK? Tidak masalah, asalkan dilakukan dengan perhitungan yang tepat dan presisi.

Terutama faktor aerodinamikanya. Terkadang saking ngebetnya memodif kendaraan, main potong sana potong sini, akhirnya malah menyebabkan stabilitas tunggangan jadi kacau.

GambarMenurut Workshop Manager Auto Art, sebuah bengkel modifikasi di bilangan Jalan Raya Caman, Jatibening, Bekasi, Wahyu Yulianto, selaku, sang perancang menuturkan, ingin bagaimanapun bentuk dan model mobil yang dimodifikasi, jangan pernah lupakan unsur aerodinamikanya.

“Itu penting, menyangkut stabilitas dan kenyamanan, terutama pada saat kecepatan tinggi, baru terasa,” ujar Wahyu.

Pertama, yang harus diperhatikan adalah masalah sasis. Wahyu menyarankan, sebisa mungkin jangan pernah merubah bentuk maupun ukuran sasis bawaan pabrik. Karena ia percaya, setiap mobil yang keluar dari pabrikan, sudah ada uji kelayakan ambang batas turbulensi.

“Terutama sektor kaki-kaki, maupun jarak panjang, tinggi, dan lebarnya” ujarnya.

MIsalkan, kita ingin mobil ditinggikan, maka kita harus menambah berat bodi agar terjadi keseimbangan, jadi ketika dikendarai, mobil tidak membuang ke kanan maupun ke kiri.

Kemudian pemilihan Velg, tidak bisa sembarangan cangkok. Untuk menambah ukuran lingkarnya, paling maksimal dinaikkan 2 grid saja. Misalkan, dari ring 14 jadi ring 16, “Kalau sembarangan, mobil bisa melayang saat dipacu,” ujar Wahyu.

Apalagi kalau sampai rasio putarnya tidak seimbang, ditambah bodi mobil yang tinggi. Pada saat kecepatan tinggi, bisa-bisa mobil melayang karena angin yang masuk dari kolong bisa mengangkat bodi mobil.

Terakhir untuk desain lekuk dan sudut bodi. Sebisa mungkin dibuat alur yang terpola, agar ketika mobil melaju, angin dapat dibuang dari depan kebelakang secara terarah, “Mobil harus bisa membelah angin dengan baik. Ke samping, ke atas, ke bawah,” tukas Wahyu.

Karenanya, Wahyu menyarankan, mulai dari bagian depan seperti kap mesin, sebisa mungkin jangan terlalu datar, karena angin dapat langsung menabrak kaca depan. Efeknya, mobil jadi berat untuk dikendarai.

“Angin yang dibelah, diarahkan untuk menekan mobil ke bawah, sehingga daya traksi ban menjadi maksimal. Mobil pun jadi stabil saat dikendarai dalam kecepatan tinggi,” ujarnya.

Terakhir, masih menurut Wahyu, fungsi aerodinamika tersebut akan terasa pada saat mobil dipacu dalam kecepatan tinggi. Bila tidak tepat, gejala yang terasa biasanya mobil terasa bergetar, atau melayang, karena tidak menapak sempurna pada aspal.

Selain itu, aerodinamika yang tidak tepat juga dapat mempengaruhi konsumsi BBM. Logikanya, karena terlalu banyak bidang bodi yang ditabrak angin, membuat laju mobil banyak terhambat, akibatnya, konsumsi BBM menjadi boros.

Related Posts

Tags

Share This

468 ad

0 Comments

Trackbacks/Pingbacks

  1. Mobil mewah para selebriti | Dunia Bengkel dot Com - [...] selebriti melakukan modifikasi mobil mereka disesuaikan dengan selera dan imajinasi mereka. Tidak jarang ubahan yang mereka lakukan pada [...]

Leave a Comment

5